Jumat, 28 Januari 2011

Fungsi dan Peran Mahasiswa

Oleh : Gusti Ayu Rahmawati (3610100059)
Di era yang modern ini, semakin banyak mahasiswa yang salah memanfaatkan,menjalankan fungsi dan perannya dalam kehidupan sehari-hari. Dapat dilihat secara fakta saat ini banyak sekali mahasiswa yang ingin menyampaikan aspirasi rakyat tetapi ujung-ujungnya bentrok dengan aparat keamanan,banyak juga mahasiswa yang terlibat tindak pidana seperti mengedarkan narkoba,mengkonsumsi narkoba,pelaku pemerkosaan,pencurian,dan masih banyak yang lain. Keadaan ini sungguh sangat memprihatinkan, apalagi ditengah keadaan negara yang seperti ini. Sebgai sebuah komunitas unik yang berada dalam masyarakat dimana tugasnya bukan hanya belajar seperti siswa mahasiswa punya tugasnya sendiri.
                Mahasiswa dengan kesempatan dan kelebihan yang dimilikinya seharusnya dapat memberikan kontribusinya terhadap bangsa dan negaranya. Oleh karena itu perlu kita bahas lagi perihal peran dan fungsi mahasiswa untuk menentukan arah perjuangan dan kontribusi mahasiswa tersebut. Sehingga tidak ada lagi mahasiswa yang salah memanfaatkan,menjalankan fungsi dan perannya. Berikut ini adalah 4 point fungsi dan peran mahasiswa :
1.       Mahasiswa sebagai Iron Stock
Sejarah telah membuktikan bahwa banyak sekali perubahan terjadi karena tangan-tangan generasi muda. Oleh karena itu mahasiswa sebagai bagian dari generasi muda yang merupakan aset, cadangan, harapan bangsa untuk masa depan seharusnya bisa menjadi iron stock. Mahasiswa harus menjadi seseorang yang tangguh, mandiri, kreatif, tegas, jujur dan percaya diri sehingga mampu menjadi pengganti pemimpin generasi sebelumnya.  Memperkaya diri kita dengan berbagai pengetahuan baik itu dari segi keprofesian maupun kemasyarakatan, dan tak lupa untuk mempelajari berbagai kesalahan yang pernah terjadi di generasi-generasi sebelumnya merupakan kegiatan yang bisa kita lakukan untuk memenuhi dalam memenuhi peran kita sebagai Iron stock.
2.       Mahasiswa sebagai Agent of change
Mahasiswa sebagai agent of change atau bisa diartikan agen perubahan. Maksudnya adalah bila ada sesuatu yang terjadi di lingkungan sekitar dan itu salah, mahasiswa dituntut untuk melakukan perubahan seperti yang di harapkan. Perubahan itu sendiri merupakan harga mutlak yang  mekipun kita diam perubahan itu tetap terjadi. Mahasiswa-mahasiswa seharusnya sadar bahwa mereka tidak bisa membiarkan bangsa ini melakukan perubahan kearah yang salah. Sikap kritis dan semangat mahasiswa dalam membuat sebuah perubahan besar patut di banggakan. Untuk melakukan perubahan tersebut haruslah dibuat metode yang dilakukan tidak tergesa-gesa,dimulai dari lingkup terkecil yaitu diri sendiri, lalu menyebar hingga akhirnya sampai keruang lingkup yang di harapkan yaitu bangsa ini.
3.       Mahasiswa sebagai Social Control
Peran mahasiswa sebagai kontrol sosial terjadi ketika ada yang tidak beres dalam masyarakat atau pemerintahan. Karena salah satu tugas mahasiswa adalah menjaga dan memperbaiki apa yang salah dalam masyarakat mahasiswa dengan gagasan dan wawasan yang dimilikinya harus tegas dan pecaya diri dalam menjalankan peranan kontrol sosialnya. Faktanya di bangsa Indonesia pemerintah hanya memikirkan diri sendiri dalam bertindak, pemerintah juga banyak yang hanya mengumbar janji-janji belaka, kasus korupsi juga makin merajalela di kehidupan bangsa dan negara. Hal ini di karenakan mahasiswa yang tidak dapat bertindak dengan gagasan dan wawasan yang mereka miliki. Mahasiswa harus bergerak sebagai perwujudan kepedulian terhadap rakyat, ketika pemerintah mengeluarkan kebijakan yang akan merugikan rakyat. Mahasiswa juga dapat melakukan kontrol sosial dengan cara menumbuhkan jiwa sosial yang peduli akan keadaan rakyat yang mengalami ketertindasan, ketidakadilan, dan penderitaan.
4.       Mahasiswa sebagai Guardian of Value
Mahasiswa sebagai penjaga nilai-nilai di masyarakat adalah salah satu peran mahasiswa di kehidupan bermasyarakat. Nilai yang harus di jaga adalah yang bersifat mutlak, tidak ada keraguan di dalamnya, dan harus bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa. Salah satu lagi kriteria nilai yang harus dijaga oleh mahasiswa adalah nilai-nilai dari kebenaran ilmiah. Pemikiran Guardian of Value yang berkembang selama ini hanyalah sebagai penjaga nilai-nilai yang sudah ada sebelumya, atau menjaga nilai-nilai kebaikan seperti kejujuran, kesigapan, dan lain sebagainya. Tetapi penjelasan Guardian of Value hanya sebagai penjaga nilai-nilai yang sudah ada juga memiliki kelemahan yaitu bilamana terjadi sebuah pergeseran nilai, dan nilai yang telah bergeser tersebut sudah terlanjur menjadi sebuah perimeter kebaikan di masyarakat, maka kita akan kesulitan dalam memandang arti kebenaran nilai itu sendiri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar