Jumat, 28 Januari 2011

peran dan fungsi mahasiswa (solving subekti 3610100031)

MAHASISWA elemen penting dalam sejarah perkembangan bangsa masa depan,generasi ke generasi terus mengalamai perubahan dan revolusi yang cepat dengan berkembangnya kebebasan beraspirasi di negeri ini.banyak masalah dan banyak peristiwa yang melibatkan mahasiswa sebagian kaum muda kritis merefleksi dan mengontrol bangsa,golongan maupun individu.peran mahasiswa menjadi sangat penting dalam berkembangnya kehidupan bangsa negeri yang semakin tak terkontrol ini.sebagai penerus bangsa 20thn mendatang mahasiswa mampu menjadi kader kader bangsa penerus yang tidak hanya memikirkan dirinya sendiri untuk makan bekerja dan keluarga tetapi wujud kebaktian terhadap negara diperlukan untuk Indonesia mendatang.tak sedikit mahasiswa yang menjadi pemikir dan pekerja yang membanggakan negeri ini,peran kaum muda dari mahasiswa yang sekarang terbentuk menjadi aktifis aktifis mahasiwapun semakin diperhitungkan karena banyak sekali peran mahasiwa yang menjadi kritis terhadap negara ini dengan pemikiran yang integralistik dan control idea.mahasiswa memang menjadi komunitas yang unik dimana dalam catatan sejarah perubahan selalu menjadi garda terdepan dan motor penggerak perubahan.mahasiswa dikenal dengan jiwa patriotnya serta pengorbanan yang tulus tanpa pamrih.namun hanya sedikit rakyat indonesia yang dapat merasakan dan punya kesempatan memperoleh pendidikan hingga ke jenjang ini karena sistem perekonomian di indonesia yang kapitalis serta biaya pendidikan yang begitu mahal sehingga kemiskinan menjadi bagian hidup rakyat ini.dalam tulisan ini saya akan meguraikan peran mahasiswa yang menjadi tugas dan tanggung jawab yang akan dipikul.brntuk peran dan funsi mahasiswa sendiri dibagi menjadi 4 bagian yaitu Agent Of change,Moral Foerce,Iron Stock,and social control.4 bentuk dari peran dan funsi mahasiswa tersebut mempunyai arti yang sangat mendalam bagi kita sebagai mahasiswa seandainay menyadari akan posisi kita sebagai mahasiswa .disini saya akan mencoba menelaah setiap element tersebut satu per satu.berikut peran mahasiswa yang sangat penting :
1.Agent Of Change,Peran dan fungsi mahasiswa ini adalah sebagai orang pembawa perubahan.maksud dari pembawa perubahan disini adalah menurut saya membuat semuanya menjadi lebih baik dengan sebuah pemikiran yang inovatif dan kreatif.para mahasiswa telah banyak menghasilkan ide ide kreatif yang diwujudkan dalam bentuk teknologi tentunya hal yang telah mereka buat diharapkan nantinya bisa bermanfaat bagi bangsa ini dan membawa perubahan besar sehingga sangat diharapkan seluruh mahasiswa mempunyai pemikiran dan timbul perwujudan untuk bersatu bagaimana bisa mengubah nasib bangsa ini dengan tangan tangan kita sendiri,mahasiswa adalah salah satu harapan suatu bangsa agar bisa berubah kearah yang lebih baik yang kuar biasa hal ini dikarenakan mahasiswa dianggap memiliki intelektual yang cukup bagus dan kematangan berfikir yang cukup luwes.
2.Moral Force,yang dimaksud moral force disini adalah mahasiswa sebagai kelompok masyarakat yang memperroleh pendidikan yaang baik dan pemikiran intelektual yang menonjol serta golongan yang akan memasuki lapisan atas dari sususan kekuasaan.mahasiswa dilatih bagaimana memanagement seseorang maupun kelompok selain itu mahasiwa yang kehidupannya tidak dapat memberikan contoh dan keteladanan yang baik berarti telah meninggalakan amanah dan tanggung jawab sebagi kaum terpelajar.jika hari ini kegiatan mahasiswa berorientasi pada hedonisme(hura hura dan kesenangan)maka berarti telah berada pada persimpangan jalan dan salah besar.dari situlah peran mahasiswa dengan moral nya mampu menjadi penerus bangsa yang seharusnya melakukan hal yang baik sebagai kaum terpelajar.mahasasiswa harus punya moral yang baik agar bisa merubah bangsa kearah lebih baik dan juga harus bisa merubah kearah yang lebig baim jika moral bangsa sudah buruk baik secara kritik secara diplomatis maupun aksi
3.Iron Stock,mahasiswa diharapkan menjadi seseorang yang memiliki kemampuan dan akhlak mulia yang nantinya dapat menggantikan generasi sebelumnya.mahasiswa akan menjadi penerus bangsa 20th mendatang dinegeri ini,maka dari itulah peran mahasiswa menjadi sangat penting sebagai kaum terpelajar dengan segala macam pemikiran kreatif maupun kepemimmpinan calon kader kader bangsa yang unggul.maka didalam kuliah kita sering diadakan proses pengkaderan yang bertujuan untuk memeperoleh kader kader yang unggul penerus bangsa mendatang yang berfikir secara integralistik berwawasan,proses kaderisasi ini dijawab dengan memperkaya diri mereka dengan berbagai pengetahuan baik itu dari segi keprofesian atau kemasyarakatan,dan tak lupa untuk mempelajari berbagai kesalahan yang telah terjadi digenerasi sebelumnya.mahasiswa adalah generasi penerus bangsa untyuk mengganti atau memperkuat generasi yang sudah tua.
4.Social Control,dalam sosial control disini mahasiswa rentan terlibat dalam pemikiran,perbincangan dan penelitian berbagai masalah yang timbul ditengah kerumunan masyarakat,sehingga nantinya diharapkan mahasiswa adalah orang yang mampu menggerakkan masyarakat terhadap segala polemik yang timbul dalam bangsa ini,mahasiswa diupayakan agar mampu mengkritik memberi saran dan memberi solusi jika keadaan sosial bangsa sudah tidak sesuai dengan cita cita dan tujuan bangsa.
Banyak juga peran mahasiswa selain dibidang akademik yaitu peran politik,sering kita melihat aksi aksi mahasiwa turun jalan sebagai kaum presseur group atau kelompok penekan terhadap pemerintah yang zdalim terhadap masyarakat dengan segala kebijakannya.itulah peran maahasiswa yang sangat penting.Mahasiswa diharapkan kritis dengan segala sesuatu yang bertentangan dengan hal yang dianggap tidak sesuai dengan keadaan masyatakat yang dianggap merugikan,karena kita sudah berapa pada jaman reformasi bukan masa ore baru yang selalu dikekang dan munuruti keinginan pemerintah tanpa melawan sedikitpun.
Mahasiswa adalah kaum terpelajar dinamis yang penuh dengan kreativitas.mahasiswa adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari rakyat.sekarang kita pertanyakan pada diri kita yang memegang label mahasiswa,sudah seberapa jauh kita mengambil peran dalm diri kita dan lingkungan.

Peran dan Fungsi Mahasiswa


Mahasiswa… berasal dari dua kata dasar, ‘maha’ dan ‘siswa’ . Maha yang sejauh saya tahu ialah besar, agung, dan tinggi. Dan siswa ialah seorang pelajar baik tingkat individu maupun kelompok yang statusnya dalam tingkatan akademik seperti SD,SMP,SMA . Artinya, mahasiswa kedudukannya lebih tinggi dari pelajar-pelajar lainnya . baik secara kedudukan maupun secara PEMIKIRAN.. peran dan fungsinya pun sudah beda di kalangan masyarakat dibanding seorang siswa. Disini akan dibahas peran serta fungsi mahasiwa dalam ruang lingkup umum maupun khusus yang intinya mereka (mahasiswa) ada pada lapisan umur yang memungkinkan untuk menjadi energenic dan cocok untuk menjadi pelopor perbaikan keadaan. Karena disini menurut tema “PFM” bisa diartikan secara relatif.

Menurut sumber dalam ruang lingkup umum, secara definitif mahasiswa memperoleh predikat yang istimewa dimata masyarakat karena dalam keistimewaan tersebut terdapat suatu harapan yang nantinya mampu mengubah keadaan menjadi lebih baik dan mampu mengisi lapisan pemimpin. Secara fungsi, mahasiswa mempunyai dua peran penting dalam kehidupan bermasyarakat. Pertama, mahasiswa sebagai manajer dan kedua mahasiswa sebagai pencetus gagasan. Peran yang pertama lebih berorientasi pada tindakan, yaitu lebih menekankan masalah “how to get things done” sehingga peran ini lebih memerlukan bekal keilmuan yang menunjang penyelesaian masalah dalam suatu bidang ilmu-ilmu manajemen. Dan peran kedua lebih berorientasi pada kegiatan pemikiran, yaitu lebih pada kerja “asah otak” untuk melahirkan kemungkinan alternatif sehingga dalam prakteknya peran ini lebih memerlukan bekal keilmuan yang nantinya merupakan syarat utama, yaitu belajar bermasyarakat, terutama belajar memimpin masyarakat.Dengan demikian, tujuan mahasiswa adalah untuk memahami fenomena-fenomena yang terdapat dalam suatu tatanan yang disebut masyarakat baik dari segi politik, ekonomi, sosial, dll. Untuk mencapai tujuan tersebut maka interaksi yang inten sangatlah diperlukan guna menghindari hal-hal yang bersifat miskomunikasi. Peran mahasiswa yang dikatakan sebagai iron stock yaitu calon pengemban misi dan tugas yang diwariskan dari generasi sebelumnya, dikatakan sebagai besi (iron) karena suatu saat pula besi yang baru akan berkarat dan harus diganti dengan besi yang baru lagi. Sebagai kaum yang memiliki derajat pendidikan lebih serta memiliki idealisme yang masih fresh tanpa campuran faktor eksternal. kaum mahasiswa diharapkan mampu membawa perubahan yang lebih baik serta dapat memperbaiki kesalahan - kesalahan generasi sebelumnya. peran ini dikatakan sebagai agent of changes. Walaupun mahasiswa diharapkan mampu membawa perubahan, tugas penting yang wajib dicamkan oleh generasi muda adalah untuk tetap menjaga nilai-nilai kebaikan yang sudah tertanam dalam masyarakat, tetap berpegang teguh pada kebenaran sejarah yang jelas, mahasiswa diharuskan menjadi guardian of value.

Menurut saya, dalam ruang lingkup khusus, PFM dapat diartikan dalam banyak hal, mulai dari mahasiswa di kampus, di jurusan, maupun di angkatannya sendiri. Maka sangat penting mengetahui sejauh mana kontribusi kita kepada kampus kita berdiri yaitu ITS. Yang harus kita tanamkan ialah mulai hal kecil dengan mencintai almamater kita sendiri, dimana setiap saat kita membawa nama almamater untuk kepentingan luar yang pastinya berhubungan dengan kerjasama antar mahasiswa maupun lembaga yang mengikutsertakan universitas lain. Begitu juga peranan terhadap diri sendiri sebagai pribadi mahasiswa yang menjunjung tinggi nilai pancasila, seperti contoh kecil dengan berkehidupan baik di kalangan manapun. Perbedaan pun terjadi, jika membandingkan mahasiswa dalam negeri dengan mahasiswa luar negeri terutama negara Barat. Mereka cenderung individualis, ini menunjukkan bahwa mahasiswa di kalangan kita cenderung lebih bersosial (jiwa sosialnya tinggi) yang selalu butuh kerjasama antar individu dan sebagai upaya beradaptasi menjalin hubungan baik dengan seluruh komponen yang ada dalam ruang lingkup kampus. Memperbanyak relasi juga penting menurut saya, kemudian mengikuti kegiatan atau organisasi mahasiswa juga bertujuan mengasah kemampuan yang ada, lalu dikembangkan sebagai bekal ketika kita dihadapkan dunia pekerjaan nantinya. Karena bukan tidak mungkin bahwa dunia kerja jauh lebih keras untuk menguji mental lulusan sarjana, yang notabene pernah menyandang status ‘mahasiswa’ di kala kuliah dulu.. juga bukti kualitas pribadi semasa menjadi mahasiwa. Dan salah satu peran utama sebagai mahasiswa adalah aktif.. disini pembuktian bahwa mahasiswa tidak bisa disamakan dengan siswa yang masih bisa pasif. Usaha lain seperti memanfaatkan waktu sebaik-baiknya juga penting karena istilah ‘mahasiswa abadi’ seharusnya dibuang jauh-jauh dan jangan sampai mengalaminya. Tak lepas dari itu semua, mahasiswa juga mempunyai fungsi sebagai pribadi yang bisa di contoh, bukan hanya masyarakat melainkan timbul dari hal yang terkecil yaitu adik kita sendiri atau saudara-saudara kita sendiri bahwa kita bisa menjadi contoh yang baik untuk memulai masa depan, karena untuk menjadi seorang pemimpin kita harus berkaca pada diri kita sendiri, sudah baikkah kita dimata orang lain?
        
Disini mahasiswa juga dituntut mengerti hak dan kewajibannya dengan posisi yang dibilang  matang untuk berpikir dewasa, setidaknya bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk untuk dirinya sendiri maupun orang di sekelilingnya. Dengan hal tersebut, saya bisa mengetahui bagaimana cara membawa diri kita sebagai mahasiswa dalam porsi tertentu sesuai situasi dan kondisi, conditional dalam mengahadapi suatu masalah. Saya rasa masih jauh untuk mengerti secara benar-benar dan jelas : apa peran dan fungsi mahasiswa bagi kehidupan .. karena disini posisi sebagai mahasiwa ialah belajar dan menggali ilmu seluas-luasnya sehingga mencari ilmu itu tidak memandang usia. Yang lebih ditekankan untuk harapan ke depannya ialah  melakukan yang terbaik di setiap kesempatan yang ada dan mengutamakan tindakan sebagai bukti keniatan kita sebagai mahasiswa yang patut dibanggakan.


Ayu Fandria Lansa
3610100058


Fungsi dan Peran Mahasiswa

Oleh : Gusti Ayu Rahmawati (3610100059)
Di era yang modern ini, semakin banyak mahasiswa yang salah memanfaatkan,menjalankan fungsi dan perannya dalam kehidupan sehari-hari. Dapat dilihat secara fakta saat ini banyak sekali mahasiswa yang ingin menyampaikan aspirasi rakyat tetapi ujung-ujungnya bentrok dengan aparat keamanan,banyak juga mahasiswa yang terlibat tindak pidana seperti mengedarkan narkoba,mengkonsumsi narkoba,pelaku pemerkosaan,pencurian,dan masih banyak yang lain. Keadaan ini sungguh sangat memprihatinkan, apalagi ditengah keadaan negara yang seperti ini. Sebgai sebuah komunitas unik yang berada dalam masyarakat dimana tugasnya bukan hanya belajar seperti siswa mahasiswa punya tugasnya sendiri.
                Mahasiswa dengan kesempatan dan kelebihan yang dimilikinya seharusnya dapat memberikan kontribusinya terhadap bangsa dan negaranya. Oleh karena itu perlu kita bahas lagi perihal peran dan fungsi mahasiswa untuk menentukan arah perjuangan dan kontribusi mahasiswa tersebut. Sehingga tidak ada lagi mahasiswa yang salah memanfaatkan,menjalankan fungsi dan perannya. Berikut ini adalah 4 point fungsi dan peran mahasiswa :
1.       Mahasiswa sebagai Iron Stock
Sejarah telah membuktikan bahwa banyak sekali perubahan terjadi karena tangan-tangan generasi muda. Oleh karena itu mahasiswa sebagai bagian dari generasi muda yang merupakan aset, cadangan, harapan bangsa untuk masa depan seharusnya bisa menjadi iron stock. Mahasiswa harus menjadi seseorang yang tangguh, mandiri, kreatif, tegas, jujur dan percaya diri sehingga mampu menjadi pengganti pemimpin generasi sebelumnya.  Memperkaya diri kita dengan berbagai pengetahuan baik itu dari segi keprofesian maupun kemasyarakatan, dan tak lupa untuk mempelajari berbagai kesalahan yang pernah terjadi di generasi-generasi sebelumnya merupakan kegiatan yang bisa kita lakukan untuk memenuhi dalam memenuhi peran kita sebagai Iron stock.
2.       Mahasiswa sebagai Agent of change
Mahasiswa sebagai agent of change atau bisa diartikan agen perubahan. Maksudnya adalah bila ada sesuatu yang terjadi di lingkungan sekitar dan itu salah, mahasiswa dituntut untuk melakukan perubahan seperti yang di harapkan. Perubahan itu sendiri merupakan harga mutlak yang  mekipun kita diam perubahan itu tetap terjadi. Mahasiswa-mahasiswa seharusnya sadar bahwa mereka tidak bisa membiarkan bangsa ini melakukan perubahan kearah yang salah. Sikap kritis dan semangat mahasiswa dalam membuat sebuah perubahan besar patut di banggakan. Untuk melakukan perubahan tersebut haruslah dibuat metode yang dilakukan tidak tergesa-gesa,dimulai dari lingkup terkecil yaitu diri sendiri, lalu menyebar hingga akhirnya sampai keruang lingkup yang di harapkan yaitu bangsa ini.
3.       Mahasiswa sebagai Social Control
Peran mahasiswa sebagai kontrol sosial terjadi ketika ada yang tidak beres dalam masyarakat atau pemerintahan. Karena salah satu tugas mahasiswa adalah menjaga dan memperbaiki apa yang salah dalam masyarakat mahasiswa dengan gagasan dan wawasan yang dimilikinya harus tegas dan pecaya diri dalam menjalankan peranan kontrol sosialnya. Faktanya di bangsa Indonesia pemerintah hanya memikirkan diri sendiri dalam bertindak, pemerintah juga banyak yang hanya mengumbar janji-janji belaka, kasus korupsi juga makin merajalela di kehidupan bangsa dan negara. Hal ini di karenakan mahasiswa yang tidak dapat bertindak dengan gagasan dan wawasan yang mereka miliki. Mahasiswa harus bergerak sebagai perwujudan kepedulian terhadap rakyat, ketika pemerintah mengeluarkan kebijakan yang akan merugikan rakyat. Mahasiswa juga dapat melakukan kontrol sosial dengan cara menumbuhkan jiwa sosial yang peduli akan keadaan rakyat yang mengalami ketertindasan, ketidakadilan, dan penderitaan.
4.       Mahasiswa sebagai Guardian of Value
Mahasiswa sebagai penjaga nilai-nilai di masyarakat adalah salah satu peran mahasiswa di kehidupan bermasyarakat. Nilai yang harus di jaga adalah yang bersifat mutlak, tidak ada keraguan di dalamnya, dan harus bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa. Salah satu lagi kriteria nilai yang harus dijaga oleh mahasiswa adalah nilai-nilai dari kebenaran ilmiah. Pemikiran Guardian of Value yang berkembang selama ini hanyalah sebagai penjaga nilai-nilai yang sudah ada sebelumya, atau menjaga nilai-nilai kebaikan seperti kejujuran, kesigapan, dan lain sebagainya. Tetapi penjelasan Guardian of Value hanya sebagai penjaga nilai-nilai yang sudah ada juga memiliki kelemahan yaitu bilamana terjadi sebuah pergeseran nilai, dan nilai yang telah bergeser tersebut sudah terlanjur menjadi sebuah perimeter kebaikan di masyarakat, maka kita akan kesulitan dalam memandang arti kebenaran nilai itu sendiri.

Bermanfaatlah Mahasiswa!!!

“Uang SPP yang teman-teman bayarkan itu, jangankan untuk menikmati fasilitas-fasilitas ini, untuk sekedar membayar gaji dosen pun sebenarnya kurang. Seharusnya sekitar 20juta lebih. Dan kekurangan itu disubsidi dengan pajak yang diambil dari rakyat se-Indonesia, termasuk juga kaum-kaum miskin di Indonesia ini”. Seluruh maba planologi 2010 di kelas kala itu pun terenyuh, sorot mata bersalah tampak dari kebanyakan diantara mereka. “Tenang.. Jangan keburu merasa bersalah gitu donk!! Kalian masih punya waktu empat tahun untuk memperbaiki itu semua”, ujar Asmaul Husna, Mahasiswa planologi 2006 peraih Mawapres 2010 ITS. (IPITS hari ke-3)
= = = = = = =
Dan sekarang waktu pun tersisa 3,5 tahun. Saya bertanya pada diri saya sendiri. Apa yang telah saya lakukan untuk membayar itu semua? Memutar memori setengah tahun kebelakang, saya dengan setia memperhatikan penjelasan dosen di setiap kuliah yang saya ikuti dan yang Alhamdulillah sudah menghasilkan IP yang lumayan bagus walau tak mentereng amat. Saya juga sudah membuat proposal PKM yang dengan susah payah dapat terselesaikan, dan Alhamdulillah juga prosesnya sangat memberi banyak pelajaran dan pengalaman berharga yang tak terbayang akan saya dapatkan. Apakah itu semua sudah cukup untuk sedikit membayar itu semua? Saya rasa belum. Saya rasa saya terlalu study oriented, yang cenderung apatis. Manfaatnya pun hanya dapat saya nikmati sendiri. Saya pun juga tergolong mahasiswa kuper (kuliah-perpus). Jika saya mau membayar jasa semua rakyat Indonesia yang sudah turut membiayai kuliah saya, maka paling tidak saya harus berkontribusi demi tercapainya kesejahteraan rakyat Indonesia. Lalu apakah dengan menjadi aktivis yang getol memperjuangkan kaum tertindas, mengoreksi setiap kebijakan pemerintah, yang beteriak lantang mencela kebobrokan pemerintah, hutang-hutang itu dapat terbayar?? Bagaimana menurut anda? Dan, usaha apa yang telah anda lakukan untuk sedikit membayar hutang anda??
= = = = = = =
Mahasiswa, maha-siswa, kasta tertinggi dari kaum pembelajar. Namun jangan hanya membatasi makna mahasiswa sebagai kaum pembelajar yang kerjanya hanya duduk anteng mendengarkan setiap titah dosen, dengan sigap mencatatnya, dan kemudian pulang untuk menghafalnya agar memperoleh nilai ujian yang mentereng. Mahasiswa, pemuda pemudi idealis dengan semangat tinggi, dimana dengan ke-idealis-annya itu golongan ini masih bersih dari pengaruh-pengaruh kepentingan golonan tertentu. Mahasiswa sebagai kaum intelek, kritis, logis, idealis, dan berkemauan tinggi juga harus melek dan respect terhadap permasalahan sosial yang mewarnai kehidupan masyarakat. Karena mahasiswa sejatinya adalah jembatan antara masyarakat dan pemerintah. Namun, jangan mempersepsikan posisi mahasiswa adalah di tengah-tengah antara masyarakat dan pemerintah. Sehingga mahasiswa bukanlah masyarakat tapi juga bukan pemerintah. Tapi mahasiswa bukanlah sesuatu yang terpisahkan dari masyarakat. Dimana mahasiswa sebagai kaum idealis terus menggiring proses perjalanan pemerintah, agar masyarakat dari bangsa ini tidak dirugikan. Secara garis besar, fungsi mahasiswa adalah sebagai berikut: 
1. Agent of Change, fungsi mahasiswa ini adalah sebagai orang yang pembawa perubahan. Maksud dari pembawa perubahan disini adalah membuat semuanya menjadi lebih baik dengan sebuah pemikiran yang inovatif dan kreatif. Tak dapat dipungkiri, dari sebelum Indonesia merdeka hingga saat ini mahasiswa merupakan ujung tombak perubahan. Dimulai dari era pergerakan nasional, budi utomo mempelopori jalan baru melawan penjajah. Mahasiswa turut berperan. Bahkan yang paling tersohor lagi, rezim Soekarno dan rezim Soeharto pun digulingkan oleh persatuan mahasiswa. Luar biasa bukan. Ide-ide dan pemikiran cerdas mahasiswa memang mampu merubah paradigma yang berkembang dalam suatu masyarakat dan menjadikannnya lebih terarah sesuai kepentingan bersama.
 2. Moral Force. Yang dimaksud dari moral force disini kita adalah mahasiswa sebagai kelompok masyarakat yang memperoleh pendidikan terbaik, pemikiran intelektual yang menonjol, serta golongan yang akan memasuki lapisan atas dari susunan kekuasaan, diharapkan mampu menjaga nilai-nilai moral bangsa serta memberikan teladan bagi masyarakat. 
3. Iron Stock. Iron Stock yaitu mahasiswa diharapkan menjadi manusia-manusia tangguh yang memiliki kemampuan dan akhlak mulia yang nantinya dapat menggantikan generasi-generasi sebelumnya dan melanjutkan tongkat estafet pembangunan dan perubahan. untuk mewujudkan hal ini diperlukan sebuah kaderisasi yang harus dilakukan terus menerus. Dunia kampus merupakan momentum kaderisasi yang sangat sayang bila tidak dimanfaatkan bagi mereka yang memiliki kesempatan. Untuk membentuk iron stock, tidak hanya diperlukan penguasaan ilmu dan teori saja, tetapi juga diperlukan soft skill, seperti kepemimpinan, kemampuan memposisikan diri dan berinteraksi dengan sesame, serta kepekaan terhadap situasi sosial. 
4. Social Control. Social Control, kontrol budaya, control masyarakat dan control individu. disini mahasiswa terlibat dalam pemikiran, perbincangan, dan penelitian berbagai masalah yang timbul di tengah masyarakat, sehingga nantinya diharapkan mahasiswa mampu menggerakkan masyarakat terhadap segala permasalahan yang timbul dalam bangsa ini.
= = = = = = =
Dengan fungsi mahasiswa yang telah dipaparkan diatas, dapat dibayangkan betapa kompleksnya peran kita sebagai mahasiswa, baik di masyarakat maupun Negara. Idealnya, mahasiswa merupakan panutan dalam masyarakat,didasarkan pada pengetahuannya, tingkat pendidikannya, dan pola berfikirnya. Sekali lagi, terkadang mahasiswa masih tak acuh dengan peran yang harusnya diemban. Yang penting IP saya bagus, dan lulus tepat waktu, kalau bisa ya sekalian meraih cumlaud. Mereka ini sungguh termasuk mahasiswa yang merugi. Bagaimana tidak? Bukankah pelajaran tidak hanya didapat di dalam kelas. Dalam organisasi pun kita juga dapat belajar. Di jalanan kita juga dapat belajar, di dalam warung kopi pun kita juga dapat belajar. Beruntunglah orang orang yang menjadikan seluruh waktu hidupnya sebagai sarana pembelajaran. Pusing dengar kata belajar? Sama. Hehe.. tenang, disini bukan hanya belajar mata kuliah melulu. Tapi belajar memaknai hidup dengan lebih baik.
Secara harfiah, study oriented tetap diperlukan sebagai tanggung jawab kita kepada orang tua kita masing-masing. Dan study oriented memang diperlukan. Mana mungkin kita berkoar-koar mencela borok pemerintah sedang kita sendiri tidak tahu pasti seluk-beluk permasalahannya. Semuanya harus berjalan seimbang, antara aktivis dan study oriented. Layaknya ekologi, ekonomi dan sosial yang harus senantiasa dijaga keseimbangannya demi terciptanya kota yang sustainable, keduanya pun juga harus berimbang agar terbentuk mahasiswa yang memang MAHASISWA. Tak perlu ikut-ikut urun kejalan jika tidak sesuai hati nurani, meskipun tujuan turun kejalan itu benar. Jangan memaksakan diri berkutat dengan teknologi tinggi jika kemudian anda harus menderita sakit kepala berkepanjangan. Berkontribusilah sesuai dengan minat dan kemampuan yang anda miliki. Yang penting dilakukan secara ikhlas dan berkelanjutan. Mulailah dari hal yang kecil. Seperti kata pepetah masyur 3M, menguras, menutup dan mengubur. Eh salah.. maksud saya mulai dari yang kecil, mulai dari diri sendiri, dan mulai dari sekarang. Yah, teori itu memang terasa simpel dalam pengucapan, namun dalam penerapannyabelum tentu. Tapi saya yakin kita BISA!
Manusia diciptakan sebagai khalifah di muka bumi. Dan sebagai mahasiswa, amanah itu hendaknya dapat terpenuhi dengan bermanfaat bagi sesama, bagi masyarakat. Bukanlah tak ada hal yang lebih membahagiakan daripada bermanfaat untuk orang lain.
Akhirnya pun saya sadari. Hal ini bukan sekedar perihal membayar hutang. Tetapi memaksimalkan kesempatan yang diamanahkan kepada kita. Ya, kuliah di PTN itu bukan sekedar sebuah raihan pribadi yang hanya dapat dibangggakan, melainkan suatu amanah yang Allah percayakan kepada kita unutk membawa Indonesia kembali kepada kejayaan. Selagi masih muda selagi masih bersemangat, selagi masih mahasiswa. Bermanfaatlah!! Berkontribusilah!! Mari berjuang bersama!!!

Kifayah Jauhari
3610100055
Mahasiswa planologi tahun pertama yang sedang belajar memaknai posisi sebagai mahasiswa dan mencari posisi wenak untuk berkontribusi bagi Negara, atau minimal institut.

PERAN DAN FUNGSI MAHASISWA



Mahasiswa tidak akan ada jika tidak ada wadah yang menaunginya. Di Indonesia sedikitnya terdapat 105 perguruan tinggi negeri yang menurut Undang – undang no 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, perguruan tinggi dibentuk menjadi universitas, institut, politeknik, Sekolah tinggi, dan akademik. Perguruan tinggi berkewajiban menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Perguruan tinggi dan mahasiswa diibaratkan sebagai simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan. Menguntungkan dalam arti untuk mahasiswa dapat memperoleh apa yang selayaknya ia ingin dapatkan diperguruan tinggi dan perguruan tinggi mendapatkan “pelaku” untuk menyalurkan dan menciptakan bibit unggul bagi bangsa. Seorang Bill Gates menyatakan bahwa kuliah adalah kesempatan penting dan karenanya jangan disia-siakan. Kuliah adalah saat yang paling tepat untuk memenuhi rasa keingintahuan. Kesempatan yang bisa diperoleh agar dapat kuliah memang harus dimanfaatkan oleh mahasiswa dengan sedemikian rupa.

Banyak orang mendambakan bisa menjadi mahasiswa. Prestasi membanggakan suatu bangsa dimata dunia internasional, turut disumbangkan oleh mahasiswa. Ketika lulus sekolah, calon mahasiswa pasti mempunyai ancer-ancer apa yang akan ia lakukan jika sudah menyandang status tersebut. Bukan sekedar status sebagai mahasiswa agar tidak terlihat menganggur seusai sekolah. Beranjak kejenjang mahasiswa, tentu juga beranjak kearah kedewasaan. Mahasiswa memiliki intelektual dan kedewasaan dalam pola pikir. Di era sekarang ini merupakan era yang berat tidak hanya bagi mahasiswa tapi juga calon penerus-penerus bangsa lainnya. Pengaruh banyak bermunculan dari berbagai macam sudut kehidupan, baik itu pengaruh positif maupun negatif. Disinilah muncul pergeseran fungsi dan peranan sebagai mahasiswa. Mahasiswa yang siap akan bertahan pada idealisnya, sebaliknya mahasiswa yang belum siap akan gelimpungan dan menjauh dari tujuan awal menjadi mahasiswa.

Perubahan akan terjadi disetiap sela kehidupan. Bahkan ketika diam, perubahan itu akan terus muncul baik perubahan yang baik mapun buruk, yang sesuai prinsip diri atau tidak. Kesempatan menjadi mahasiswa memang tiada batas, tetapi kesempatan menjadi pemuda mahasiswalah yang terbatas. Ketika menjadi mahasiswa, banyak kesempatan untuk bersentuhan dengan masyarakat. Secara tanggap akan mengerti perubahan apa yang diinginkan masyarakat. Lantas tidak tergesa-gesa dalam pengambilan keputusan, perlu adanya strategi seperti memulainya dari diri sendiri yang kemudian diharapkan akan berkembang dan terus berkembang. Amin.

Sebagai aset bangsa, mahasiswa diharapkan mampu meneruskan perjuangan pendahulunya dengan lebih baik. Ilmu-ilmu yang didapat saat kuliah menjadi bekal yang berharga. Saat kuliah tidak hanya ilmu-ilmu perkuliahan saja yang bisa didapatkan, dari kontak secara langsung dengan masyarakat dan sebagainya mahasiswa pasti bisa memetik ilmu tersendiri. Untuk itu sebagai penerus, bisa juga mempelajari kesalahan ataupun kekurangan yang sudah ada sebelumnya tanpa memanfaatkannya sebagai kepentingan pribadi kemudian mengatur strategi bagaimana mengatasi kekurangan tersebut secara bersama-sama. Karena keutuhan NKRI adalah ketika masyarakatnya yang terdiri dari berbagai aspek saling bekerjasama bersama.

Dalam buku Informasi dan Pengenalan ITS, tercantum bahwa fungsi mahasiswa adalah sebagai berikut :
  1.  Sebagai bagian civitas akademika yang lebih mengedepankan pemikiran ilmiah daripada emosi dan memiliki kebebasan akademik. 
  2. Sebagai generasi muda bangsa terlatih dan terpelajar menjadi penentu sejarah perjuangan dan menjadi panutan serta harapan masyarakat dan generasi muda lainnya, peka terhadap segala masalah yang berkembang disekitarnya.
  3. Sebagai warga Negara yang hak dan kewajibannya sama dengan warga Negara Indonesia lainnya termasuk kedudukannya dalam hukum formal.
  4. Sebagai calon pemimpin bangsa yang harus banyak menimba pengalaman dalam rangka membina sikap profesionalisme.

Mahasiswa yang bisa menempatkan dirinya adalah mahasiswa yang baik. Ketika ia bisa menjadi hamba, anak, adik, kakak, teman, junior, utusan dan lain sebagainya sesuai proporsi dan waktunya.



MERISA KURNIASARI
3610100038

PERAN DAN FUNGSI MAHASISWA

 
PERAN DAN FUNGSI MAHASISWA

Dalam kehidupan sehari-hari kita telah sering mendengar kata mahasiswa, baik di media elektronik maupun di media massa serta dalam lingkungan keluarga dan masyarakat. Kita semua pasti tahu apa itu mahasiswa. Jika kita menuntut ilmu di suatu Perguruan tinggi maka kita bisa disebut sebagai mahasiswa. Mahasiswa adalah sebutan untuk orang yang menuntut ilmu di Perguruan tinggi. Sama halnya dengan siswa yang menuntut ilmu di sekolah. Apakah mahasiswa memiliki peran yang sama  dengan siswa yang duduk di sekolah dasar hingga sekolah menengah atas?

Jika seperti itu maka mahasiswa hanyalah seorang pelajar sama seperti anak Sekolah dasar. Kerjanya hanya belajar dan tidak ada aktivitas lain yang dikerjakan di luar kampus. Mahasiswa tidak lebih dari mesin pelajar yang diprogram hanya untuk belajar.

Mahasiswa sebenarnya bukan seperti itu. Mahasiswa sebenarnya bukanlah makhluk statis. Mahasiswa sangat dinamis dalam pergerakannya. Mahasiswa adalah manusia modern  yang  memiliki sikap untuk siap menerima hal-hal yang baru. Karena itu mahasiswa tidak bisa disamakan dengan anak Sekolah dasar.

Mahasiswa yang sebenarnya memiliki tipe pemikiran yang kritis dan kreatif. Sejarah mengatakan bahwa perubahan-perubahan besar berawal dari para pemuda. Kita dapat melihat bagaimana peristiwa kebangkitan nasional, sumpah pemuda, proklamasi kemerdekaan Indonesia serta reformasi berawal. Semua tidak luput dari peran para pemuda. Begitu pula dengan berbagai peristiwa perubahan, revolusi dan pembaruan di beberapa belahan dunia. Walaupun banyak dari kita tidak memperdulikan hal tersebut dan hanya belajar, pulang dan tidak memperdulikan lingkungannya.

Mahasiswa memiliki cara berfikir yang khas. Berawal dari idealismenya, dia kritis terhadap persoalan-persoalan dan dengan kreativitasnya memberikan solusi-solusi dari persoalan yang ada. Tak jarang solusi yang mereka hasilkan merupakan hal-hal yang tak terpikirkan sebelumnya oleh generasi yang lebih tua. Banyak terobosan baru yang mereka lahirkan, karena mereka punya paradigma berpikir yang berbeda. Karena berbeda paradigma, maka biasanya antara generasi tua dan generasi muda terjadi konflik Pemikiran, antara paradigma lama dan paradigma baru. Kita dapat ambil contoh pada salah satu persitiwa besar yaitu proklamasi kemerdekaan. Terjadi perbedaan pendapat antara golongan tua dan golongan muda tentang kapan proklamasi harus dilakukan.
Potensi mahasiswa juga dapat dilihat dari aspek intelektualitas, kecerdasan dan penguasaan wawasan keilmuan. Ilmu dan wawasan yang dimiliki selain akan memperluas cakrawala pandangan, juga memberikan bekal teoritis maupun praktis dalam pemecahan masalah. Seorang mahasiswa akan dapat dengan mudah menyelesaikan masalah yang ada yang pada masa dahulu pernah ditemui manusia dan dirumuskan dalam berbagai teori pemecahannya. Atau, jika hal yang ada belum pernah ditemui sebelumnya, maka mereka sudah memiliki bekal yang metodologis dan sistematis tentang bagaimana cara menemukan pemecahan problem-problem yang ada. Tiada lain dengan riset, baik riset di bidang eksakta maupun noneksak.

Potensi-potensi itulah yang akan membuat mahasiswa dapat melakukan perannya. Syaratnya, potensi-potensi itu benar-benar dikembangkan secara optimal oleh mereka baik secara personal maupun komunal sehingga dapat menjadi senjata yang siap digunakan untuk memberikan kemanfaatan terbesar bagi masyarakat. Potensi dari aspek karakter dikembangkan dengan berbagai aktivitas yang mengasah softskill, baik melalui kegiatan organisasi, pelatihan-pelatihan maupun aktivitas keseharian mahasiswa di luar kegiatan akademik. Sedangkan potensi intelektualitas dibangun melalui semua kegiatan yang mengasah hardskill, yakni kegiatan belajar mengajar, pengkajian, penelitian dan juga pelatihan. Dengan begitu mereka memiliki kualifikasi dan kompetensi menuju profil mahasiswa ideal, yakni mahasiswa yang memiliki integritas moral, kredibilitas sosial dan profesionalitas keilmuan. Walaupun semasa saya menjadi pelajar di sekolah saat melihat mahasiswa hal pertama yang ada dalam pikiran saya, “mahasiswa itu anarkis yah, kok sampai-sampai ngerusak fasilitas” disinilah mahasiswa kehilangan jatidiri seorang mahasiswa sebenarnya, mahasiswa yang sesungguhnya harus mengayomi masyarakat, malah membuat masyarakat semakin tidak percaya dengan peran mahasiswa itu sendiri yang merupakan agen perubahan untuk perubahan yang lebih baik. Hal inilah yang harus diperbaiki, mahasiswa memang harus kritis dan tanggap dengan lingkungan sekitar tetapi tidak dengan cara merusak fasilitas umum dan menganggu ketertiban masyarakat, jadilah mahasiswa yang membawa perubahan baik tanpa merusak dan bersifat anarkis dan berikan konstribusi terhadap bangsa dan negara.

Berdasarkan berbagai potensi dan kesempatan yang dimiliki oleh mahasiswa, tidak sepantasnyalah bila mahasiswa hanya mementingkan kebutuhan dirinya sendiri tanpa memberikan kontribusi terhadap bangsa dan negaranya. Mahasiswa itu sudah bukan siswa yang tugasnya hanya belajar, bukan pula rakyat, bukan pula pemerintah. Mahasiswa memiliki tempat tersendiri di lingkungan masyarakat, namun bukan berarti memisahkan diri dari masyarakat.Disadari atau tidak, mahasiswa merupakan generasi penerus kepemimpinan. Maka sudah seharusnya kita sadar bahwa tongkat estafet kepemimpinan di Negeri ini akan diteruskan oleh mahasiswa. Di samping mahasiswa sebagai penerus kepemimpinan bangsa ini, ternyata mahasiswa berperan lebih besar sebagai Agent of Change. Tugas mahasiswa jangan pernah terhenti, ketika pemerintah berjalan baik, mahasiswa harus senantiasa berperan untuk menjadi oposisi dengan tetap mengawal pemerintah untuk meneruskan kinerjanya. Saat pemerintah mengalami penurunan kinerja, sudah sepatutnya mahasiswa bergerak untuk senantiasa mengingatkan tentang bagaimana pemerintah seharusnya bekerja.
Mahasiswa dapat menjadi Iron Stock, yaitu mahasiswa diharapkan menjadi manusia-manusia tangguh yang memiliki kemampuan dan akhlak mulia yang nantinya dapat menggantikan generasi-generasi sebelumnya. Intinya mahasiswa itu merupakan aset, cadangan, harapan bangsa untuk masa depan. Tak dapat dipungkiri bahwa seluruh organisasi yang ada akan bersifat mengalir, yaitu ditandai dengan pergantian kekuasaan dari golongan tua ke golongan muda, oleh karena itu kaderisasi harus dilakukan terus-menerus. Dunia kampus dan kemahasiswaannya merupakan momentum kaderisasi yang sangat sayang bila tidak dimanfaatkan bagi mereka yang memiliki kesempatan.
Mahasiswa dapat memenuhi dirinya menjadi Iron Stock dengan memperkaya dirinya dengan berbagai pengetahuan baik itu dari segi keprofesian maupun kemasyarakatan, dan tak lupa untuk mempelajari berbagai kesalahan yang pernah terjadi di generasi-generasi sebelumnya.
Pengertian Iron Stock itu sendiri adalah mungkin saja didasarkan atas sifat besi itu sendiri yang akan berkarat dalam jangka waktu lama, sehingga diperlukanlah penggantian dengan besi-besi baru yang lebih bagus dan kokoh. Hal itu sesuai dengan kodrat manusia yang memiliki keterbatasan waktu, tenaga, dan pikiran.
Mahasiswa berperan juga dalam Social Control, dimana mahasiswa diposisi mengkontrol nilai-nilai sosial yang berada di masyarakat
Mahasiswa dalam hal hubungan dirinya ke masyarakat dapat berperan sebagai kontrol sosial atau Social Control, yaitu mengawasi dan membahas segala nilai-nilai sosial yang ada dalam masyarakat. Yang baik ditingkatkan dan yang buruk perlu diperbaiki.
Mahasiswa pun dapat berperan sebagai penyampai aspirasi rakyat, dengan melakukan interaksi sosial dengan masyarakat dilanjutkan dengan analisis masalah yang tepat maka diharapkan mahasiswa mampu menyampaikan realita yang terjadi di masyarakat beserta solusi ilmiah dan bertanggung jawab dalam menjawab berbagai masalah yang terjadi di masyarakat.
Mahasiswa dalam hal hubungan pemerintah ke masyarakat dapat berperan sebagai penyambung lidah pemerintah. Mahasiswa diharapkan mampu membantu mensosialisasikan berbagai kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Tak jarang kebijakan-kebijakan pemerintah mengandung banyak salah pengertian dari masyarakat, oleh karena itu tugas mahasiswalah yang marus “menerjemahkan” maksud dan tujuan berbagai kebijakan kontroversial tersebut agar mudah dimengerti masyarakat.

ADHE REZA RACHMAT
3610100057

Keintegralistikan Keluarga Mahasiswa ITS


Menurut wikipedia.org menyatakan bahwa organisasi mahasiswa intra kampus adalah organisasi mahasiswa yang memiliki kedudukan resmi di lingkungan kampus dan mendapat pendanaan kegiatan kemahasiswaan dari kampus. Organisasi mahasiswa intra kampus memiliki hubungan dengan pihak kampus secara internal dan langsung sehingga boleh mengatasnamakan ITS pada setiap kegiatannya. Namun Organisasi mahasiswa ekstra kampus dilarang membawa nama ITS dalam kegiatannya karena memang tidak ada hubungan kepada pihak institut ini secara langsung.

Dalam perkembangannya terbentuklah suatu wadah ormawa yang mandiri, independent dan mampu menaungi seluruh aktivitas kemahasiswaan di tingkat Insitut dalam bentuk Senat Mahasiswa ITS sebagai perwujudan konsep student government yang harapkan. Organisasi yang ada pada saat ini termasuk didalamnya adalah bidang eksekutif (BEM, LMF, HMJ), bidang legislatif (LM), bidang yudikatif (MKM), daerah otonomi (DOP), unit-unit kegiatan yang tergabung dalam LMB, serta lembaga swadaya mahasiswa yang tercatat secara legal lainnya.
Pergerakan Mahasiswa menurut definisi umumnya mempunyai arti sebagai semua Mahasiswa yang mempunyai cita-cita sama, yaitu untuk mewujudkan Indonesia kedepan yang lebih baik. Pergerakan mahasiswa dilakukan oleh mahasiswa untuk rakyat Indonesia sebagai wujud rasa kecintaan terhadap bangsa dan negara ini. Pergerakan mahasiswa ini selah satunya sebagai bentuk aspirasi dalam mengontrol tindak tanduk pemerintah yang dianggap kurang wajar oleh masyarakat umum.
Mahasiswa mempunyai peranan penting dalam dinamika bangsa. Secara umum peran mahasiswa adalah moral force, social control, agent of change, dan iron stock. Sebagai moral force, seorang mahasiswa melakukan tindakan atau gerakan yang memiliki dasar moral dan independen. Mereka melakukan gerakan, tetapi memiliki kode etik tersendiri agar tidak melanggar nilai-nilai kepribadian luhur. Hal yang paling penting adalah mahasiswa harus benar-benar tahu apa dasar mereka melakukan aksi tersebut agar gerakan yang dilakukan dapat optimal. Amatlah naif jika hanya ikut-ikutan tapi tanpa mengetahui tujuan daripada aksi tersebut. Keluarga Mahasiswa ITS sendiri amatlah sering untuk melakukan aksi yang mengundang seluruh mahasiswa ITS. Adanya perwakilan dari berbagai jurusan di ITS maupun perwakilan dari Fakultas di ITS adalah gerbang menuju keintegralistikan KM ITS itu sendiri.

Sebagai social control, mahasiswa tidak hanya duduk manis di bangku kuliah saja, tetapi ikut serta dalam masalah sosial. Mereka juga merupakan jembatan antara masyarakat dengan pemerintah untuk menyampaikan aspirasi masyarakat khususnya tanggapan terhadap kebijakan pemerintah. Berbagai macam upaya aksi dan juga diskusi dengan tokoh nasional dan tokoh-tokoh terkemuka di Jawa Timur dalam membahas tentang isu-isu politik dan penegakan HAM juga termasuk dalam peran mahasiswa sebagai social control. Tidak hanya itu saja, ketika negeri ini dilanda bencana nasional seperti meletusnya Gunung Merapi dan Gunung Bromo akhir-akhir ini, banyak lembaga-lembaga di ITS baik itu LSM, BEM ITS, HMJ seakan berlomba-lomba untuk membantu mereka yang sedang dilanda bencana. Bakti Sosial dan pembagian ta’jil gratis juga menambah daftar agenda yang menerapkan fungsi mahasiswa sebagai social control.

Mahasiswa dapat menjadi iron stock, yaitu mahasiswa diharapkan menjadi manusia-manusia yang tangguh yang memiliki kemampuan dan akhlaq mulia yang nantinya dapat menggantikan generasi-generasi sebelumnya. Intinya, mahasiswa merupakan aset, cadangan, harapan bangsa untuk masa depan. Fakta yang tak dapat terelakkan dalam dunia organisasi adalah akan selalu ada pergantian kekuasaan dari golongan tua ke golongan muda. Lagipula tidak selamanya seseorang menyandang status mahasiswa, kelak manusia akan tua dan membutuhkan generasi berikutnya untuk melanjutkan perjuangannya. Sama seperti kayu, kayu juga akan lapuk dan rapuh dalam jangka waktu yang lama sehingga diperlukan kayu-kayu baru yang lebih kokoh. Hal ini menyebabkan kaderisasi harus berjalan terus-menerus. Dunia kampus merupakan tempat yang tepat untuk mencetak ribuan generasi baru. Pengkaderan selama ini merupakan ajang untuk membentuk generasi-generasi baru, baik itu berupa pengkaderan massal terbatas pada lingkup jurusan maupun pengkaderan massal dalam lingkup fakultas maupun institut. Dengan hal ini, keintegralistikan KM ITS diharapkan dapat timbul sejak mahasiswa baru sehingga nantinya dapat terus terjalin baik selama masih mahasiswa sampai menyandang gelar alumni ITS.

Sebagai agent of change, mahasiswa berperan untuk menjadi agen dari suatu perubahan. Dilihat dari perkembangan negeri ini yang makin hari makin ada saja perkembangan baik di bidang teknologi komunikasi maupun di bidang pencetakan kader-kader terbaik masing-masing institusi, mengingat pada jaman saat ini diharapkan satu sama yang lain saling bekerja sama dalam menyelesaikan masalah, dan bekerja secara jujur. Dalam KM ITS sendiri, isu yang masih berdengung kencang dari dulu hingga sekarang adalah tentang arogansi jurusan yang berebihan. Entah di mana letak kesalahan ini terjadi, yang jelas kita tidak boleh menyalahkan sistem. Akan tetap kita harus mengaji ulang apa kekurangan yang terjadi selama ini dan berusaha untuk memperbaikinya, mengingat semua elemen yang ada di KM ITS harus saling bekerja sama untuk mewujudkan kampus ITS kita ini nyaman dan sesuai dengan apa yang kita perlukan nantinya di dunia kerja. Tentunya dalam proses pengajian ini tidak hanya pada lingkup jurusan saja, melainkan juga dalam lingkup fakultas, dan bahkan institut bila dianggap perlu.

Seorang insan akademis harus memiliki jiwa peka dan kritis terhadap masalah-masalah yang terjadi di sekitarnya saat ini. Hal ini akan tumbuh dengan sendirinya jika seorang mahasiswa itu mengikuti watak ilmu, yaitu selalu mencari pembenaran-pembenaran ilmiah. Dengan hal ini, mahasiswa diharapkan memahami apa yang sebenarnya terjadi terlebih dapat menemukan solusi-solusi atas beragam permasalahan yang terjadi saat ini. Selain itu diharapkan mahasiswa ini bersifat kreatif yang nantinya akan berguna untuk masa depannya di dunia kerja. Contoh paling mudah dalam hal ini adalah dengan gerakan 1000 proposal PKM dan 500 proposal PKM-GT. 

Dengan menulis karya tulis inilah mahasiswa dapat menemukan cara-cara yang solutif dan kreatif dalam berbagai masalah dari berbagai macam bidang. Sering memang dalam satu kelompok terdiri dari anggota dari satu jurusan saja. Namun tak jarang juga dalam satu kelompok berasal dari jurusan yang berbeda. Maka dari itu perlu adanya penjelasan bahwa pembuatan PKM tersebut bukan hanya untuk satu jurusan saja, melainkan satu jurusan tersebut bisa bekerja sama dengan jurusan lain untuk mengerjakan suatu proyek/program kreatifitas mahasiswa. Hal inilah yang secara tidak langsung dapat membangun keintegralistikan Keluarga Mahasiswa ITS itu sendiri.

Seorang insan akademis juga harus selalu mengembangkan dirinya sehingga mereka bisa menjadi generasi yang tanggap dan mampu menghadapi tantangan masa depan. Di ITS mahasiswa dapat mengembangkan diri sesuai dengan minat dan bakat mahasiswa itu sendiri. Seperti di ormawa, baik tingkat jurusan, fakultas maupun institut, bagi mereka yang terbiasa dengan dunia kepemimpinan dan manajerial dalam suatu organisasi, LMB yang sesuai dengan minat masing-masing mahasiswa, dan bahkan LSM. Dalam kesehariannya, baik itu ormawa, LMB, dan LSM pasti ada interaksi antar anggotanya. Dari interaksi inilah tanpa terasa akan timbul keintegralistikan Keluarga Mahasiswa ITS.


Puspa Dewi K K S P
3610100022